Aku obat

 Ada segelintir sesal yang merajai hatiku. Yang tak sengaja hinggap pada luka itu. Dan tangis tak cukup mampu unutuk mengusir kepingan gelisah yang semakin layu. Hingga lautan rindu tak lagi bisa kudekap seperti waktu lalu. Ada rengekan kecil yang menyusup ke ruang jiwaku. Pinta yang merintih memohon agar aku segera kembali. Terus mengobral kata yang tak kumengerti makna sejatinya. Dan itu bukan seperti dirimu yang biasa. Aku hanya bisa melihat tangismu dari balik tirai tipis yang kusebut rasa. Menatap dirimu yang terkulai di bawah rembulan kelabu. Maksud hati hendak merangkul dan memeluk jiwamu yang rapuh. Tapi luka terus berteriak dan mengikat diriku di pembaringan sepi yang abu-abu. Karena luka itu telah lama memasung hati dan meracuni jiwa yang mulanya kau huni, membuatku tak lagi mendapati wajahmu dalam memoriku. Tak ada yang bisa kulakukan saat pasungan- pasungan itu terus saja mengekang batinku, hingga terkadang aku lupa seperti apa indahnya rasa suka. Bahkan aku telah kebal dengan manisnya kata cinta. Tak lagi peduli pada lembutnya alunan janji yang terus meliuk manja di telingaku. Jadi, tak ada lagi sisa-sisa perasaan yang bisa kukembalikan padamu. Dan karena kita adalah kepingan luka, temukanlah,gapailah,dapatkanlah sesuatu yang berharga sampai kita berada di posisi bahagia dan hilanglah luka.

Komentar

Postingan Populer